Ads 468x60px

Team Manajemen Master Group

#htmlcaption1 Foto Bersama Manajemen Master Group Bengkel Produksi Master Fitness Showroom Master Fitness Salah satu cabang Adam Gym di Ubud, Gianyar

Monday, February 24, 2014

Menjaga Kesehatan Rambut dengan Protein

Rambut rontok merupakan masalah klasik yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi banyak orang. Hal ini tidak terlepas dari cara atau perlakuan dalam merawat rambut.

Secara umum, umur rata-rata sehelai rambut berkisar antara 3-4 tahun. Setelah itu, rambut akan mulai rontok dan akan berganti rambut baru dalam waktu 6 bulan. Penggunaan hairdryer, menyisir rambut, dan cuaca panas, adalah beberapa faktor yang juga turut menyebabkan rambut rontok. Penelitian lebih lanjut juga menyatakan bahwa tubuh yang kekurangan protein cenderung mengalami rambut rontok dibandingkan tubuh yang mendapatkan asupan protein dalam jumlah cukup.

Mengapa Rambut butuh Protein?

Seperti bagian tubuh Anda yang lain, rambut pun memerlukan nutrisi yang cukup untuk membuatnya tumbuh sehat. Kurangnya nutrisi yang baik untuk rambut dapat menimbulkan efek melambatnya pertumbuhan rambut dan masalah kerontokan rambut. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan rambut adalah protein. Struktur rambut terdiri dari 97% protein. Maka, kekurangan asupan protein dapat menyebabkan rambut rontok.

Sumber Protein Penting


Makanan yang mengandung protein akan membantu perkembangan sel-sel alami di dalam tubuh, termasuk rambut dan kulit kepala. Sumber protein bisa didapat dari makanan hewani ataupun nabati. Daging ayam, ikan, dan telur adalah contoh sumber protein hewani yang dapat memenuhi kebutuhan protein harian Anda.

Unggas dan telur merupakan pilihan yang sangat baik untuk mengatasi rambut rontok. Selain kaya akan protein, telur juga diperkaya dengan biotin dan vitamin B12, yang diperlukan untuk kesehatan rambut, kuku dan kulit. Vitamin juga diperlukan untuk memperkuat rambut agar tidak mudah patah.

Selain mendapatkan asupan protein dari sumber hewani, Anda juga bisa mendapatkan protein nabati. Kandungan protein nabati banyak terdapat pada kacang-kacangan seperti kedelai, kacang panjang, almond, dan sebagainya. Tak hanya mengandung protein yang cukup, makanan ini juga dapat menyuplai tubuh Anda dengan vitamin dan mineral penting yang terkandung di dalamnya.

Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan pola makan yang sehat akan membuat rambut menjadi sehat, indah, dan bercahaya. Mengkonsumsi minimal 100 gr protein perhari, baik dari sumber hewani ataupun nabati berguna untuk mencukupi kebutuhan harian tubuh akan protein dan berguna untuk membantu mengatasi masalah rambut rontok.

Dengan memenuhi kebutuhan protein harian, tubuh Anda akan tercukupi kebutuhan gizinya sekaligus membantu Anda untuk mencegah dan mengatasi rambut rontok dengan cara yang alami.

Sumber : duniafitnes.com

Friday, February 21, 2014

Manfaat Madu bagi Kesehatan Tubuh

Madu telah dikenal sejak 10.000 tahun yang lalu. Ini dibuktikan dengan ditemukannya sebuah lukisan kuno di dalam sebuah gua yang ada di Valencia, Spanyol. Dalam gambar tersebut terlihat dua orang lelaki menggunakan tangga sedang meraih sarang lebah untuk mengambil madu.

Bahkan selama ribuan tahun madu digunakan dalam berbagai pengobatan. Al Quran dari sejak 1.400 tahun lalu menyatakan:

“Dan Tuhanmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia (peternakan lebah). Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. [QS. An-Nahl: 68-69]

Sebelum antibiotik ditemukan di tahun 1930-an, madu masih digunakan dalam perawatan berbagai penyakit. Dengan beralihnya manusia ke pengobatan modern, madu kian tersisih perannya. Namun belakangan ini ketika banyak bakteri menjadi resisten terhadap obat-obatan, banyak orang “kembali ke alam” dengan memanfaatkan madu dalam pengobatan.

Asal Mula Madu

Madu memiliki rasa yang manis dan berbentuk kental seperti sirup. Madu dihasilkan lebah dengan bahan baku nektar bunga. Nektar adalah senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjar tanaman dalam bentuk larutan gula.

Proses perubahan nektar menjadi madu dimulai ketika lebah membawa nektar ke sarangnya. Nektar ini kemudian dicampur dengan air liur dan dikurangi kadar airnya oleh lebah-lebah pekerja untuk menghindari proses peragian.

Lebah pekerja mengunyah nektar dengan menambahkan enzim diastase dan invertase, sehingga nektar tersebut menjadi cairan kental berwarna kuning pucat dengan aroma khas madu.

Kandungan Nutrisi Madu

Dalam setiap 100 gr madu terdapat berbagai varian nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti:
  • Energi 294 kalori
  • Karbohidrat 9,5 g
  • Air 24 g
  • Fosfor 16 mg
  • Kalsium 5 mg
  • Vitamin C 4 mg
Tidak hanya itu, madu juga dilengkapi mineral penting lainnya seperti, natrium, magnesium, za besi, dan kalium. Meski dibutuhkan dalam jumlah kecil, kandungan mineral tersebut memiliki peran yang cukup besar bagi kelangsungan proses metabolisme tubuh. 

Manfaat Kesehatan Madu

Selain memiliki kandungan nutrisi yang lengkap, madu juga dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi siapa saja yang mengonsumsinya. Manfaat kesehatan mengonsumsi madu di antaranya:

  • Sumber Energi

    Atlet Romawi dan Yunani kuno kala itu menggunakan madu sebagai minuman berenergi yang dikonsumsi sebelum dan sesudah pertandingan. Selama ratusan tahun madu telah dikenal sebagai sumber energi terbaik. Kandungan gula pada madu adalah alasan paling logis, mengingat gula adalah sumber energi utama tubuh.

  • Mempercepat Penyembuhan Luka

    Madu bekerja sebagai antibiotik alami yang sangggup mengalahkan bakteri mematikan. Madu bersifat asam, sedangkan bakteri tidak dapat berkembang biak dalam kondisi asam. Proses osmosis di dalam madu dapat membasmi bakteri dan menyerap air dari bakteri pada kulit yang luka, seperti halnya spons menyerap air.

    Bahkan, RS Universitas Wisconsin Medical School and Public Health memberikan terapi madu bagi luka borok yang diderita penderita diabetes. Uji coba terhadap seorang pasien berusia 79 tahun berhasil menyembuhkan luka pada jari kakinya. Sang pasien bahkan tidak jadi diamputasi berkat terapi madu tersebut.

  • Pengganti Gula

    Madu dapat dicampurkan ke dalam minuman ataupun makanan kesukaan Anda. Jika anda suka minum teh, coba ganti gula dengan madu sebagai pemanisnya.

  • Mencegah Kanker

    Kandungan zat karsinogen dalam madu bertindak sebagai anti kanker sehingga dapat mengurangi risiko kanker, terutama bagi Anda yang berisiko tinggi terkena kanker seperti, perokok, pengonsumsi minuman keras, malas berolahraga, dan lainnya.

  • Membantu Penyerapan Kalsium

    Tim peneliti di University of California membuktikan bahwa konsumsi madu dapat meningkatkan antioksidan dalam darah. Bahkan, madu dapat membantu penyerapan kalsium sehingga tubuh dapat menggunakan kalsium lebih optimal, terutama untuk mencegah penyakit keropos tulang (osteoporosis). 

Sumber : duniafitnes.com

Thursday, February 20, 2014

Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Dehidrasi tidak bisa dihindari oleh tubuh, maka dari itu kita harus menjaga tubuh agar selalu mencapatkan cairan yang cukup. Karena setiap sel dalam tubuh bergantung pada air untuk berfungsi dengan baik.  Ketika berolahraga, kebutuhan cairan tubuh akan semakin meningkat. Karena dari itu tidak sedikit orang mengalami sakit kepala, keletihan, bahkan koma ketika tubuh kekurangan cairan (dehidrasi) saat berolahraga.

Berapa Banyak kebutuhan cairan tubuh Setiap Harinya?

Setiap orang memiliki tubuh dan aktivitas yang berbeda-beda. Karena dari itu, kebutuhan cairan setiap orang pun berbeda-beda. Terutama orang yang bermukim di iklim panas, tentunya lebih banyak membutuhkan cairan dibandingkan mereka yang tinggal di iklim dingin. Setiap orang membutuhkan cairan sebanyak 2-3 liter air perhari. Hal ini pun sudah banyak diketahui oleh semua orang.

Cara terbaik untuk menguji apakah tubuh Anda cukup cairan atau tidak, lihatlah air kencing Anda. Jika warnanya kuning pekat bisa jadi Anda sedang kekurangan cairan. Meski terkadang mengonsumsi multivitamin dapat mengubah warna urin, tapi cara ini bisa dijadikan langkah sederhana apakah Anda kekurangan cairan atau tidak.

Minum 1-2 gelas air saat bangun tidur juga dapat membantu tubuh tetap terhidrasi karena tubuh telah berpuasa dari makanan dan cairan selama Anda tidur.

Berapa Banyak Cairan yang Hilang saat Latihan?

Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang meremehkan berapa banyak mereka berkeringat ketika latihan. Banyak orang tidak menyadari bahwa keringat yang keluar dari tubuh mereka saat latihan bisa mencapai 0,8 hingga 1,4 liter air dari keringat.

Bahkan ada catatan yang menyebutkan jika seseorang sangat mungkin mengeluarkan keringat sebanyak 5 liter selama 1 jam latihan, namun mereka tidak menyadarinya!

Jika Anda ingin menghitung berapa banyak cairan yang keluar saat latihan, Anda bisa mencoba 3 tes sederhana berikut ini:
  1. Timbang badan Anda dalam keadaan telanjang
  2. Catat angkanya, kenakan pakaian Anda dan berlatihlah selama 1 jam. Jika memungkinkan, jangan makan dan minum selama latihan.
  3. Timbang badan Anda kembali dalam keadaan telanjang
  4. Catat angkanya, dan Anda akan menemukan selisih dari angka yang pertama. Itulah jumlah cairan tubuh yang hilang.
Misalnya Anda menemukan berat badan Anda berkurang 1 kg atau sama dengan 1 liter air, apakah ini artinya Anda akan minum cairan dalam jumlah tersebut dan Anda akan baik-baik saja? sayangnya tidak semudah itu.

Cerdas Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Ini bukan hanya tentang seberapa banyak Anda minum selama latihan. Sel-sel tubuh Anda tidak dapat menyerap air secepat mereka mengeluarkannya, dan ketika Anda berolahraga maka sebagian sistem pencernaan Anda akan dimatikan pula, yang berarti bahwa sebagian besar cairan terkumpul di perut dan membuat Anda merasa kurang nyaman.

Tidak hanya itu, jika Anda langsung minum 1 liter air untuk mengisi kembali jumlah yang hilang maka hal ini dapat mengganggu kesimbangan sodium dalam darah dan mengakibatkan EAH (exercise-associated hyponatraemia) atau keracunan cairan yang bisa mengakibatkan kejang-kejang hingga kematian.

Cara cerdas untuk menangani ini adalah Anda tidak harus minum cairan sebanyak yang Anda keluarkan saat Anda latihan, karena tubuh Anda tidak bisa menyerap secepat yang Anda kira. Itulah sebabnya Anda dianjurkan untuk membagi konsumsi cairan dalam satu hari agar tidak mengejutkan sistem tubuh.

Pre – hydrating (kondisi sebelum dehidrasi) adalah hal yang sangat penting. Bahkan pelatih atlet marathon dan triathlon akan memberitahu Anda, membuat tubuh terhidrasi bukanlah dilakukan di hari pertandingan, tetapi bagaimana pola mengonsumsi cairan dua hari menjelang pertandingan. Waktu dua hari tersebut dianggap sebagai waktu ideal tubuh menyerap cairan dengan maksimal dalam rangka mempertahankan kinerja tubuh secara optimal.

Sumber : duniafitnes.com

Wednesday, February 19, 2014

Kulit Sehat dengan Berolahraga

Kulit sehat menarik perhatian dan menjadi dambaan para pria dan wanita. Baik pria maupun wanita memperhatikan dan melakukan upaya untuk memperoleh kulit yang sehat karena dengan memiliki kulit yang sehat dapat meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri seseorang.

Untuk mendapatkan kulit yang sehat tidak harus selalu dengan menggunakan produk-produk kosmetik yang mahal, namun juga bisa didapatkan dengan berolahraga secara rutin. Olahraga sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit Anda dan juga menjadikan kulit Anda tampak sehat dan bersinar.

Hal-hal apa saja dalam berolahraga yang dapat membuat kulit Anda indah dan sehat

  1. Oksigen dan Darah
    Selama Anda berolahraga, jantung dan paru-paru Anda bertanggung jawab untuk menyuplai darah yang kaya akan oksigen ke otot dan kulit Anda. Aliran darah itu juga yang membawa zat gizi ke kulit. Suplai darah yang membawa oksigen dan zat gizi ke kulit akan meningkatkan produksi kolagen yangmana kolagen ini menjaga kelembutan kulit Anda.
  2. Membuat Kulit Anda Bercahaya 
    Olahraga kardio membuat jantung memompa oksigen ke darah dan menyalurkannya ke kulit sehingga membuat wajah Anda nampak sehat bercahaya. Ketika Anda berolahraga, kulit kita akan memproduksi minyak alami yang dapat membuat kulit Anda tampak sehat dan kenyal.  Selain itu, minyak alami ini berguna sebagai pelembab untuk kulit Anda. Olahraga dapat membantu Anda mengatur produksi sebum yang mana dapat meminimalkan kelebihan produksi minyak dan membantu menutup pori-pori pada kulit.
  3. Membuang Racun-racun yang Ada di Dalam Tubuh
    Selama berolahraga, keringat yang keluar dari tubuh ikut membawa racun-racun dari dalam tubuh. Dengan olahraga yang teratur akan membantu meningkatkan fungsi dari kelenjar keringat dan membantu meregenerasi sel-sel kulit. Tidak kalah pentingnya untuk mandi setelah berolahraga untuk membuang racun, sel-sel kulit mati dan membantu mencegah dari infeksi bakteri.
  4. Mengurangi Jerawat
    Menurut seorang dokter kecantikan Mauro C. Romita, M.D. dari Ajune Centre of Beauty Synergy New York, olahraga yang teratur dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan mengoreksi ketidakseimbangan hormon yang dapat menyebabkan jerawat. Jika Anda rentan terhadapt jerawat, pastikan untuk selalu membersihkan wajah Anda segera setelah berolahraga. Dan juga, hindari menggunakan riasan wajah ketika Anda sedang berolahraga.

Selain bermanfaat untuk kulit Anda, olahraga juga mempunyai beberapa manfaat lain seperti:

  • Rambut yang Sehat
    Dengan memperbaiki peredaran darah dapat membuat rambut Anda menjadi lebih kuat dan sehat. Setelah berolahraga, darah yang banyak mengandung nutrisi akan menstimulasi folikel-folikel rambut dan merangsang pertumbuhan rambut. 
  • Meningkatkan Mood
    Latihan fisik dapat membantu Anda dalam menurunkan tingkat stress. Di saat tubuh Anda dalam kondisi stres, level kortisol di dalam tubuh akan meningkat.  Dengan olahraga yang teratur dapat menurunkan hormon stres dan meningkatkan endorphin, sehingga Anda pasti akan merasa nyaman setelah melakukan aktivitas fisik. Selain itu, juga dapat membantu meminimalkan kerutan-kerutan di wajah Anda dengan meningkatkan produksi kolagen.

Jadi, tidak ada alasan lain bagi Anda untuk tidak berolahraga karena banyak manfaat yang diperoleh dengan berolahraga. Jangan lupa untuk selalu berolahraga secara teratur.

Sumber : duniafitnes.com